Assalammualaikum WBT...

Dalam hidup ini kita pasti ingin menjadi yang sempurna dalam segala aspek. Namun tidak semudah itu tanpa melalui pelbagai cabaran, ujian dan kekentalan semangat. Bahkan pasti ada kesilapan yang sering kita lakukan sebagai hambaNya biasa. Apapun jadikan kesilapan lalu sebagai pemangkin untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Sesekali pandanglah ke belakang, di samping luaskan pandangan ke hadapan, yakini diri, usaha dan tawakal..In Shaa Allah menjadikan kita berjaya. Redha setiap ketentuanNya menjadikan kita sentiasa berlapang dada.

Diinspirasikan juga blog ini dengan koleksi2 petikan facebook dan blog yang lain dengan info yang bermanfaat sekadar untuk rujukan diri sendiri...

.

Monday, May 29, 2017

Ramadan Tanpamu

Salam Ramadan

Buat pertama kali ramadan di rantau orang, bersama suami dan anak2 tercinta. Tanpa bapa juga tanpa keluarga di kampung.  Tetapi ramadan kali ini, telah perginya seorang bapa buat selamanya. Seorang bapa yang cekal mengharungi liku2 hidupnya, membesarkan kami sembilan beradik. Mama dan adik-adik lain lebih terasa kehilangannya di kampung. Tiada lagi susuk tubuh yang kala ramadan datang, dialah yang bertungkus-lumus memastikan juadah disediakan. Berusaha menyediakan bahan itu dan ini untuk dimasak. Bahkan berusaha menunaikan keinginan tekak cucu. Dia bukan sekadar bapa, tapi juga datuk yang penyayang. (Sebak masa menaip ni). 



Allahu...dua minggu sebelum bapa pergi, Allah aturkan perjalanan bapa dan mama menemui kami anak beranak di Aussie. Walau tahu diri x sihat, bapa gagahi juga. Rindukan cucu melebihi rindukan anak. Bapa rindukan Ameera, teman bergaduh, teman bergelak ketawa...kerinduan terubat jua tatkala berkesempatan menghabiskan masa sebulan bersama kami Di Aussie. 

Gambar di ambil ketika tiba di Tullamarine Melbourne Airport
Namun dalam masa sebulan itu jua bagaikan Allah mahu menunjukkan ku tanda bahawa bapa akan pergi buat selamanya...mata bapa sudah tidak bersinar. Kerap kali bapa pening dan batuk berpanjangan. Wajah bapa jua berubah. Sukar ku gambarkan. Dalam hati memujuk, bapa sihat-sihat saja. Bapa kuat dan akan berlaku sesuatu pada bapa. Tak sanggup rasanya menghadapi kehilangan bapa suatu hari nanti. Aku x kuat menghadapinya. Namun kehilangan itu tetap terjadi. Ketentuan Allah x ada siapa yang dapat menolaknya. Suatu masa dulu hati pernah berbisik, seandainya bapaku kembali kepada Yang Maha Pencipta, biarlah bukan depan mataku. Aku x sanggup kehilangan bapaku. Rupanya Allah jadikan apa yang terdetik dalam hatiku. MasyaAllah....

Setiap ruang fikiran, wajah bapa terbayang segenap memori. Sejak ku kecil sehingga dewasa bapa sentiasa ada bersama. Teringat saat-saat mendapat tawaran masuk asrama zaman sekolah dulu, saat-saat mendaftar masuk IPT, saat-saat menerima tawaran kerja sehingga dihantar bertugas, bapa sentiasa ada menemani. Bahkan ketika hari pertunanganku, bapalah insan yang bersengkang mata membuat hiasan hantaran demi melihat acara pertunanganku berjalan lancar. Allahu...baiknya Allah menghadiahkan ku seorang bapa yang cekal, yang x akan ada gantinya. Satu dalam sejuta. Bahkan di saat-saat akhir hayatnya, Allah hantar bapaku bersama mama menemuiku di Aussie untuk kesempatan terakhir. Syukur Ya Allah memberikan ku kesempatan ini. Walaupun aku x berkesempatan untuk melihat jenazah bapaku disemadikan buat kali terakhir. Namun bapa sentiasa ada dalam hati, sentiasa hadir dalam mimpi dengan senyuman. Doaku akan tetap sentiasa mengiringi arwah bapa selagi diberikan nafas.

Ketika hayatnya di dunia arwah bapa dah berpenat lelah membesarkan dan melayani setiap karenah anak-anaknya. Moga arwah bapa damai di alam sana. InshaaAllah bertemu di syurga. Moga Allah permudahkan jalan ke syurga. Aamiin

Antara memori2 yang sempat dititipkan ketika bersama arwah bapa di Aussie...

















Pic terakhir bersama bapa dan mama ketika menghantar pulang ke Malaysia 
di Tullamarine Melbourne Airport


Sunday, April 9, 2017

Laa Tahzan innallaha ma’ana

Buat hati insan2 yang bersedih...

Laa Tahzan

Jangan bersedih, jika tidak ada seorangpun yang mempedulikanmu.

Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik dimata orang lain. Tapi.., jangan sampai hal itu menyurutkan semangatmu, jangan sampai hal itu merubah niatmu, dan jangan sampai hal itu membuatmu menyerah. Yakinlah dengan apa yang kau lakukan, yakinlah bahwa Allah pasti akan selalu mendukungmu. Walaupun banyak telinga yang tak mendengar, hati membeku, tangan seolah enggan terulur, mata tak lagi ada sorot kasih dan mulutpun lebih mudah menghujat. Tapi, tetaplah kau berharap hanya kepadaNya.

Mungkin.., memang ini adalah cara-Nya untuk membuatmu lebih baik, Allah ingin mengajarkanmu tentang makna hidup yang sesungguhnya. Lantas , untuk apa kau harus bersedih? Percayalah, Allah pasti selalu memberikan yang terbaik untukmu. Dengan caraNya, Dia mengajarkanmu untuk selalu bergantung hanya kepadaNya, mengajarkan kesabaran yang panjang atas sebuah harapan dan menyuruhmu untuk tidak lelah berdoa kepada-Nya.

 Jangan bersedih jika kau di zalimi, di lecehkan atau di hina orang lain.
 Islam mengajarkan untuk tidak mendendam dan membalas perlakuan yang tidak pada tempatnya pada diri kita, kenapa? karena hal itu hanya akan merendahkan dan meletakkan posisi kita sama dengan orang-orang tersebut. Lantas, apakah kita hanya diam?? Tidak, tapi balaslah perbuatan mereka dengan kebaikan, sehingga orang tersebut sadar akan kesalahan yang ia lakukan kepadamu.
Maafkanlah orang-orang yang menzalimimu, karena itu akan membuat hatimu jauh lebih tenang. Yakinlah Allah Maha Adil, Dia pasti selalu berada di pihak yang benar.

Jangan bersedih, ketika masalah menghampirimu

Karena sesungguhnya masalah membuat kita lebih kuat, masalah menjadikan kita lebih dewasa, masalah menjadikan diri kita lebih beriman, dan masalah akan menjadi sumber pahala bagi diri kita jika kita dapat mengelolanya dengan baik. Tapi, jika kita hanya disibukkan dengan melihat suatu masalah dari sisi kesulitannya, maka kita tidak akan pernah bisa keluar dari masalah itu, bahkan akan membuat kita semakin terpuruk dan terkurung.

Jangan bersedih ketika kekasihmu pergi meninggalkanmu

Mungkin tidak mudah melupakan seseorang yang pernah singgah di hati kita, tapi apakah hanya karena dia engkau rela menangis seharian? Marah-marah tak tentu arah karena merasa di khianati, dendam, sakit hati, dan tidak mau melupakannya. Seharusnya engkau bersyukur karena Allah masih menyayangimu. Dia ingin agar engkau lebih terjaga dengan menjauhkannya darimu. Bukankah engkaupun tahu bahwa Allah telah menyiapkan jodohmu jauh sebelum engkau dilahirkan ke dunia. Jika dia yang kau cinta pergi meninggalkanmu, berarti memang bukan dia yang terbaik menurut Allah. Percayalah, Allah telah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya untukmu. Maka, hilangkanlah gundah di hatimu, tak usah bersedih, tak usah kau buang-buang waktumu untuk terus memikirkannya dan terus mengharapkannya. Percayalah dengan janji Allah “laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Perbaikilah dirimu dan lebih mendekatlah kepada-Nya, mohonlah hanya kepada Allah. Dan hilangkan duka di hatimu.

Bila mungkin ada luka, coba tersenyumlah
Bila mungkin ada tangis, coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti
Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkin hati ini merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati menjadi tenang

“Dan Jangan kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” QS Yusuf (12) : 87

Tersenyumlah ^_^

Laa Tahzan innallaha ma’ana

Kredit to Pakar Diari Hati

Tiap kali aku bersedih, video ini sedikit sebanyak dapat mengubati hati 😔
Moga memberi inspirasi kepada hati yang bersedih...


Monday, March 6, 2017

Alhamdulillah masih diberikan nafas pada hari ini. Hari-hari berlalu begitu pantas. Semakin hari semakin lebih baik dan semakin banyak perkara-perkara baru mendatangi hidup sebagai ujian dan pengalaman. 

Ketika menulis ni aku dalam perjalanan menuju ke ladang anggur mengikuti seorang kawan menyaksikan panorama waktu subuh. Sungguh cantik sangat...sejuk mata memandang. Musim summer sedang di penghujung. x lama lagi memasuki musim auturm, musim yang sangat ku nantikan. Teringin melihat daun2 berguguran, cantik sangat.


Tinggal di negara orang mengajar banyak perkara tentang kehidupan. Apatah lagi mendiami kawasan yang kebanyakkan datang daripada negara2 jiran seperti Indonesia, Burma, Cambodia, Vietnam dan China. Selain mereka yang datang dari Sepanyol, Itali dan Jepun.

Sesekali berkongsi cerita anak-anak tentang kawan2 mereka yang datang dari negara-negara tersebut. Meskipun datang dalam pelbagai negara tetapi mereka boleh berinteraksi dengan baik dalam satu bahasa iaitu bahasa inggeris sebagai bahasa utama. Yang sesekalinya tersasul dengan bahasa ibunda masing2. Begitu meriah kata anak2. Alhamdulillah anak2 hepy di sini. Sistem pendidikan di sini juga tidak begitu menekan pelajar kepada Kemahiran Berfikir Aras Tinggi seperti di negara kita sendiri. Di sini (Australia) anak2 kecil diterapkan pendidikan peradaban sebagai pendidikan awal sebelum memulakan pendidikan akademik. Australia adalah negara yang sangat mementingkan disiplin.


Gambar diambil ketika mengunjungi 
Festival Greek



Hari ini juga alhamdulillah, puteriku Nur Nadia Athira mendapat anugerah bulanan sekolah untuk kelas transisi. Baru memasuki minggu ke 5 persekolahannya, namun alhamdulillah potensinya memberansangkan. Apa yang menariknya, sistem sekolah di sini banyak bermain psikologi untuk pelajar2. Tidak memberikan tekanan kepada pelajar2, bahkan belum pernah ku dengar cikgu mendenda pelajarnya dengan teruk. Paling tidak pun denda x dapat keluar bermain di padang hee...(kongsi cerita anak di sekolah)... :)








Saturday, February 11, 2017

Allah Menggantikan Sesuatu Yang Hilang Kepada Sesuatu Yang Lebih Baik

Alhamdulillah masih diberikan nafas meneruskan kehidupan. Sedar x sedar sudahpun sebulan lebih berada di bumi kangaroo. Puteri-puteriku pula sudah seminggu memulakan persekolahan. Syukur Allah permudahkan segala urusan.


Niat untuk update penulisan blog yang tertangguh seolah2 hampir sirna. Masa terlalu pantas berlalu. Sedangkan sepanjang menyepi terlalu banyak cerita ingin dikongsikan. Kali ini aku ingin berkongsi cerita2 yang baik. Yang x baik inshaaAllah buang ke tepi. Jika ada pun maafkan aku...

Sebut maaf ni, hati bagai tersentap dengan post rakan FB di muka buku baru. Fb lama dah ku tinggalkan. Kali ini aku mencari sahabat2 yang dapat membawa ke syurga, InshaaAllah..Aamiin. Berbalik tentang maaf ni...kenapa ya manusia ni kadang2 sukar memaafkan kesalahan, termasuk diriku sendiri. Sedangkan Allah itu sifatnya Pemaaf. Nabi juga Pemaaf sifatnya. Kita pula hambaNya yang naif bagaimana? Untuk itu dengan rendah hati, aku ambil kesempatan di sini untuk memaafkan sahabat2ku yang berbuat salah kepadaku. Kerana aku juga pendosa yang sering berbuat kesalahan disedari atau tidak. Dan aku sedang belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik. Mudah2an Allah permudahkan hijrahku. Aamiin

Image result for allah itu pemaaf


Teringat ketika hari pertama menempatkan puteri-puteriku di sekolah baru, mashaaAllah siapa sangka di negara orang putih katakan, Allah pertemukan sahabat muslimah berbangsa rohingya. Fasih berbahasa melayu tapi sedikit loghat burma. Menjadi salah seorang sukarela di sekolah bahasa inggeris, alhamdulillah Allah memilih dia untuk memudahkan urusan persekolahan puteri-puteriku. Sementara menunggu urusan pendaftaran selesai antara suami dengan puan kerani sekolah tersebut, aku mengambil sedikit kesempatan bersembang dengan sahabat berbangsa rohingya tadi. Terlupa pula, nama sahabat tu Puan Juma. Memakai tudung tersusun kemas, mashaaAllah so sweet...bangsa ronghingya salah satu bangsa yang mendapat perlindungan di Australia. Menceritakan pengalamannya, 5 tahun Juma berhijrah ke Malaysia bersama suami dan keluarga lain, anak-anak lahir di Malaysia. Penghijrahan dengan niat untuk mendapatkan kehidupan lebih terjamin di Malaysia, namun hampa, tidaklah seindah yang diimpikan. Menurut Puan Juma, Malaysia bukanlah sebuah negara untuk mencari kedamaian, apatah lagi dengan konflik politik dan persekitaran yang tidak harmonis. Itu kata Juma berasal dari Myanmar, belum lagi kata kita sebagai Malaysian. Kecewa dengan kebajikan di Malaysia yang tidak terjaga, Puan Juma bersama suami dan anak-anaknya berhijrah pula ke Australia. Dengan nada penuh bersyukur, dengan kalimah MashaaAllah yang berkali-kali diucapkan tiap kali menceritakan kebajikannya yang terjaga di sini, nyata sekali Puan Juma bahagia dengan kehidupan di Australia dengan mendapat bantuan penuh kerajaan untuk sara diri, rawatan kesihatan serta pendidikan percuma untuk anak-anak. Di negara bukan Islam layanan yang diberikan lebih bersifat islamik. Seperti tidak ada birokrasi berlaku dalam sistem pentadbiran di sini. Alangkah indahnya jika negara kita Malaysia lebih bersifat islamik. Jangan kecam aku dengan keluhan ni ya. Secara jujurnya aku mendapati kehidupan di sini jauh bezanya dengan kehidupan di Malaysia. Masyarakat di sini juga jauh berbudi bahasa berbanding orang kita sendiri. Pemikiran juga tak sama. Lebih bersifat tawakal. Masyarakat sini lebih menghayati maksud Iftitah. Segan aku dibuatnya.

Hari ini terasa seperti mendapat nafas baru setelah futur dengan ujian-ujian yang baru berlalu. Dari ujian-ujian itu juga aku kehilangan sahabat-sahabat di muka buku lama. Mendorong aku membuka muka buku baru. Mudah-mudahan menemui keserasian di sana. Alhamdulillah news feed hampir menjurus kepada islamik. Apa yang menggembirakan ku hari ini, tanpa ku sangka salah seorang list rakan muka buku baruku, adalah seorang penulis buku Si Kosong, Jibrail Fitrah. Penulisan beliau adalah antara koleksi buku yang menjadi penemanku ketika berhijrah ke sini. Ya Allah, syukur sangat-sangat ditemukan dengan salah seorang idola penulisan. Apatah lagi beliau dengan rendah hati sempat membalas komenterku. Aku pula yang rasa segan. Terpanggil rasa hati untuk kembali membuat penulisan. InshaaAllah dengan rakan-rakan baru, yang kebanyakkannya dari bidang penulisan buku islamik, mudah-mudahan nawaitu itu menjadi lebih mudah. Cantiknya aturan Allah, mashaaAllah...sebak hati.



Allah memberikan sesuatu yang lebih baik menurut apa yang difikirkan. Berbaik sangkalah selalu. Mudah-mudahan yang datang semuanya yang baik-baik. Dan redha apa yang telah hilang, mudah-mudahan Allah menggantikan sesuatu yang lebih indah. Teguran untuk diriku sendiri juga. Alhamdulillah...

Wednesday, February 1, 2017

Rindunya pada anugerah Allah yang satu ni. Kejauhan ini mendidiknya untuk menjadi lebih dewasa pada bukan waktunya. Allah itu, menghadirkan kebahagiaan dengan ujian perpisahan. Dari perpisahan itu, manusia akan belajar erti menghargai kesempatan bersama yang ada...

Allah, jaga dia untukku di kejauhan ini...My little caliph Mohammad Nadzmi
















Saturday, January 21, 2017

Jangan Menghukum Si Pendosa

Manusia itu tiada yang sempurna. X pernah lepas dari melakukan kesilapan dan dosa. Termasuk dirimu. Sekalipun kau merasakan tindakanmu betul jangan kau hukum dia. Lihat kebaikan yang pernah dilakukan untukmu. Bantu dia untuk bangkit, bukan menjatuhkan. Sekalipun kau rasa kau berhak...manusia pendosa itu perlukan dorongan untuk bangkit. Boleh jadi hari ini dia seorang pendosa, esok dia akan menjadi seorang yang lebih baik sifatnya, bahkan boleh jadi dia adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Allahuwa'alam...hidayah Allah itu datang kepada sesiapa sahaja yang dikehendakiNya.




Ujian Tanda Allah Sayang

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi penyayang. 

Alhamdulillah masih diberikan kekuatan meneruskan kehidupan dengan suasana baru di tempat baru. Hari2 sebelumnya Allah hadiahkan sebuah ujian...mashaaAllah...hampir ku rebah. Beberapa hari futur, rasa semangat hilang. Rasa takdir x pernah adil untukku. Semakin ku cuba perbaiki diri, semakin ujian bertubi-tubi menerpa. Kenapa??? bisik hati...Rupa2nya kerana Allah sayang. Ya Allah sayang...walaupun aku sering lalai dan berbuat dosa samada disedari atau tidak dalam pada rasa diri bajet alim haha..alim ke? tak...aku hambaNya yang naif. Yang sedang mencari redhaNya. Bukan bajet alim yang kau pandang luaran sampai kau kata aku hipokrit. Tak...Aku sedang belajar memperbaiki diri. 

Dalam ketika diri rasa futur@down, dikritik dgn pelbagai tohmahan dan kejian bahkan dilemparkan dengan gelaran yang bukanlah sifatku sebenar kerana aku lebih mengenali diriku. Dan Allah lebih mengetahui kebenaran diriku. Apa yang boleh ku lakukan ketika itu?? diam?? redha?? bohong!!! manusia itu hatinya berbolak-balik...mulut kau kata redha tapi di hati belum tentu..apa yg kau buat? serang balik? ya. Serang balik. Kemarahan menguasai akal dan tindakan ketika itu. Bodoh kan? mulut dan tindakan tak akan menyelesaikan masalah. Bahkan hanya menjadikan masalah semakin besar dan berpanjangn. 

Tapi dalam kemarahan itu, Allah masih hadir dalam hati. Alhamdulillah Dia hadir menjernihkan hati, akal dan fikiran. Manusia itu sifatnya pendosa. Tak kan pernah terlepas dengan dosa walau sekecil dosa pun. Hari ini Allah uji kau dengan kehilangan wang beribu, kau melenting...kau tuduh orang bukan2...mashaaAllah...rupa2nya kau lebih cintakan dunia. Selama hidupmu berapa banyak masamu terluang untuk Allah dan berapa banyak masamu habis mencari wang?? betapa Allah rindukanmu. Kau pinggirkan dia biarpun kau kata solat 5 waktu x pernah bocor. Tapi pernahkah kau bersyukur??
Ketika kau sedang merasai nikmat dunia,,,rumah yang selesa, kenderaan yang selesa, simpanan yang banyak yang ko merasakan sudah selesa untuk menjamin masa depanmu dan keluargamu. Tapi kau lupa sang pemberi nikmat...kau sandarkan harta dunia sebagai jaminan masa depanmu. Padahal Allah itu sebaik-baik pengatur urusan dan sebaik-baik tempat berserah urusan. Tanpa disedari kau bergantung dengan zat yang lain bukan pada Allah. Astaqfirullah...Tapi Allah tak lupakan kau dan aku. Dia sayangkan kau dan aku dengan menghadirkan ujian. Ditariknya nikmat sebentar. Kau rasa jatuh bukan. Begitu juga aku. Masa tu baru kau ingat Allah. Baru kau rindukan nikmatnya bahagia yang sebelum tidak kau syukuri. Sentap bukan.  Kalau tidak kerana ujian2, kau dan aku tak akan menadah tangan meminta dengannya. Betapa Allah rindukan hambaNya...

Masih ingat lagikah macammna mak bapa pukul kita masa zaman kanak2 tiap kali ada kesalahan dilakukan. Sakit x kena pukul? sakit kan...itu baru pukulan dunia belum lagi seksaan di akhirat. Kenapa di pukul? sebab buat salah dan x dengar cakap dan sebab ingkar dengan larangan. Jahat x makbapa yang pukul kita? tak...mereka pukul kerana mereka sayang dan x mau kita mengulangi kesalahan yang sama...tapi kalau mak bapa pukul tanpa sebab dan kerana melepaskan kemarahan atas sebab gangguan emosi terhadap orang lain...its not a humanbeing. Kau nk balas dendam??? atau redha???...aku memilih redha. Baiknya hati kannn...hik hik..walaupun kau rasa seperti teraniaya kalau kau di sisi yang betul. Kau rasa seperti kau x pernah menganiaya orang lain jadi kau x patut dianiaya. Tapi kau pernah??? dengan siapa???dengan dirimu sendiri. Bagaimana??? tepuk dada tanya hati. Sebab manusia itu sifatnya x pernah sempurna. Allah yang maha sempurna lagi maha bijaksana dan maha mengetahui.

Jika akhirat itu sentiasa diletakkan di dalam hati sebagai halatuju kehidupan sebenar, sepahit apapun ujian yang datang, bahkan sehingga mengorbankan sesuatu yang disayang...kau akan rasa REDHA ...dan sentiasa belajar untuk redha. Sampai waktu apabila Allah menjemput kita kembali padaNya, bukan harta dunia yang dibawa bersama tapi hanyalah amalan. Moga tidak tergolong sebagai insan yang lalai hatinya... 

Jauhi sifat dendam, jauhi kebencian dan jauhi permusuhan kerana iblis x kan pernah berhenti memecah belahkan anak2 adam. Tarbiah untuk diriku sendiri.

Kupanjatkan syukur atas ujian2Nya...Alhamdulillah, Dia mengasihiku dan mengasihimu..
Ampuni aku atas segala dosa2ku Ya Allah. Sesungguhnya Engkaulah yang maha pengampun atas dosa2 hamba2Mu 
Aamiin Ya Rabbal alamiin..

Di sini aku nk belanja kau video ni..best. Rugi x tengok tau..